Berita Kasus Bayi Season 6 | RBC Sinergi Foundation
Jakarta - Pasca meninggalnya Dera Nur Anggraini, bayi prematur putri pasangan Eliyas Setya Nugroho (20) dan Lisa (20) lantaran tidak mendapat perawatan medis, Rumah Sakit Zahirah memberikan penjelasan secara lengkap.
\\\"Sehubung pasien Kartu Jakarta Sehat tidak mendapatkan perawatan kami pihak rumah sakit akan memberikan penjelasan, awalnya ibu bayi berumur 20 tahun, masuk rumah sakit dengan rujukan RT, Puskesmas pasar minggu pada 10 Februari sekitar pukul 21.30 WIB,\\\" ujar Direktur Utama Andi Erlina dalam konfrensi pers di Rumah Sakit Zahirah, Jl. Sirsak No. 21 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (18\/2\/2013).
Erlina mengatakan pada saat di Rumah Sakit sekitar pukul 23.40 wib bayi pasangan Eliyas Setya Nugroho (20) dan Lisa (20) lahir ke dunia .
\\\"Karena bayi tersebut lahir dalam keadaan kembar dan hasil dianogsa bayi tersebut harus melahirkan secara caesar, menurut pasien ini merupakan kelahiran pertama dan dia mempunyai minus 8,\\\" ujar Erline.
Erline menceritakan saat itu tim dokter berhasil membantu porses persalinan istri Eliyas Setya Nugroho, kedua bayi tersebut lahir premature bayi pertama lahir dengan berat 1 kilogram panjang 36 Cm, sedangkan kembarannya lahir dengan berat 1,40 kilogram dengan panjang 39 Cm.
\\\"Kedua bayi tersebut langsung mendapat di ruang perinatal, selama proses perawatan ditemukan salah seorang bayi lahir dengan kerongkongan yang tidak terbentuk dengan sempurna,\\\" ujarnya.
Eline menceritakan karena fasilitas rumah sakit yang minim, pihaknya melakukan perujukan ke rumah sakit lain dengan fasilitas yang baik.
\\\"Tentu dengan rumah sakit uang melayanin pasien KJS dan mempunyai peralatan NICU, dan sebelum dirujuk kami sudah menghubungi beberapa rumah sakit terlebih dahulu agar bayi tersebut tidak terlantar, Setelah kita hubungi lima rumah sakit mengatakan fasilitas nicu penuh,\\\" ujarnya
Erlin menjelaskan kedua orang tua tersebut langsung segera mendatangi rumah sakit, seperti yang sudah diketahui masyarakat, pasutri tersebut tidak mendapatkan fasilitas.
\\\"Pada tanggal 12 Feb 2013 keluarga menandatangani menolak rujukan untuk NICU, dengan adanya tanda tangan tersebut itu maka kami coba optimalkan sehingga pada tanggal 16 Februari sekitar pukul 18.30 kondisi bayi sudah tidak dapat tertolong,\\\" tuturnya.
Erlin mengatakan saat ini kondisi bayi kedua sudah mulai membaik, dan pihaknya telah berkoordinasi dengan suku dinas Jakarta Selatan.
\\\"Saat ini kembarannya bayi dari pasutri tersebut sudah ditransfer ke RS Tarakan utk memperoleh NICU (Neonatal Intensive Care Unit),\\\" tandasnya.
\\\"Sehubung pasien Kartu Jakarta Sehat tidak mendapatkan perawatan kami pihak rumah sakit akan memberikan penjelasan, awalnya ibu bayi berumur 20 tahun, masuk rumah sakit dengan rujukan RT, Puskesmas pasar minggu pada 10 Februari sekitar pukul 21.30 WIB,\\\" ujar Direktur Utama Andi Erlina dalam konfrensi pers di Rumah Sakit Zahirah, Jl. Sirsak No. 21 Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (18\/2\/2013).
Erlina mengatakan pada saat di Rumah Sakit sekitar pukul 23.40 wib bayi pasangan Eliyas Setya Nugroho (20) dan Lisa (20) lahir ke dunia .
\\\"Karena bayi tersebut lahir dalam keadaan kembar dan hasil dianogsa bayi tersebut harus melahirkan secara caesar, menurut pasien ini merupakan kelahiran pertama dan dia mempunyai minus 8,\\\" ujar Erline.
Erline menceritakan saat itu tim dokter berhasil membantu porses persalinan istri Eliyas Setya Nugroho, kedua bayi tersebut lahir premature bayi pertama lahir dengan berat 1 kilogram panjang 36 Cm, sedangkan kembarannya lahir dengan berat 1,40 kilogram dengan panjang 39 Cm.
\\\"Kedua bayi tersebut langsung mendapat di ruang perinatal, selama proses perawatan ditemukan salah seorang bayi lahir dengan kerongkongan yang tidak terbentuk dengan sempurna,\\\" ujarnya.
Eline menceritakan karena fasilitas rumah sakit yang minim, pihaknya melakukan perujukan ke rumah sakit lain dengan fasilitas yang baik.
\\\"Tentu dengan rumah sakit uang melayanin pasien KJS dan mempunyai peralatan NICU, dan sebelum dirujuk kami sudah menghubungi beberapa rumah sakit terlebih dahulu agar bayi tersebut tidak terlantar, Setelah kita hubungi lima rumah sakit mengatakan fasilitas nicu penuh,\\\" ujarnya
Erlin menjelaskan kedua orang tua tersebut langsung segera mendatangi rumah sakit, seperti yang sudah diketahui masyarakat, pasutri tersebut tidak mendapatkan fasilitas.
\\\"Pada tanggal 12 Feb 2013 keluarga menandatangani menolak rujukan untuk NICU, dengan adanya tanda tangan tersebut itu maka kami coba optimalkan sehingga pada tanggal 16 Februari sekitar pukul 18.30 kondisi bayi sudah tidak dapat tertolong,\\\" tuturnya.
Erlin mengatakan saat ini kondisi bayi kedua sudah mulai membaik, dan pihaknya telah berkoordinasi dengan suku dinas Jakarta Selatan.
\\\"Saat ini kembarannya bayi dari pasutri tersebut sudah ditransfer ke RS Tarakan utk memperoleh NICU (Neonatal Intensive Care Unit),\\\" tandasnya.
#Repost News By Detik.com
Masih bersangkutan
dengan berita diatas . saat ini masih sedikit yang mengetahui program yang
sangat cocok dengan artikel diatas . yaa , program ini berasal dari suatu
lembaga bernama SinergiFoundation . Dan Sinergi Foundation ini memiliki program
yang bernama Rumah Bersalin Cuma-Cuma , yang dimana program ini akan
sangat-sangat membantu baik itu dari sebelum melahirkan , saat melahirkan , dan
perawatan setelah melahirkan untuk orang yang membutuhkan bantuan dalam proses
persalinan . Karena disini pasien tidak akan diberatkan dengan biaya persalinan
ataupun perawatan tsb . selain itu , disini kami akan memberikan pelayanan
terbaik kami dimana kami tidak membeda-bedakan pasien satu dengan yang lainnya
. Dan akan kami berikan pelayanan terbaik kami .
Jadi , untuk kalian
yang mungkin melihat / memiliki tetangga ataupun saudara yang sedang kesulitan
dalam pembayaran persalinan . kalian bisa langsung bantu saja mereka untuk
Memberi tahu tentang program kami ini dan insyaallah dengan ketentuan yang
sudah kami tentukan disini . kami pasti akan langsung membantu sodara /
tetangga kalian yang membutuhkan .
Dalam program Rumah
Bersalin cuma-cuma ini kalian juga bisa ikutan berdonasi yang dalam tujuan
ikhtiar membantu dalam meringankan beban saudara kita sesama muslim . Dan dalam
program donasi disini kami memiliki beberapa paket donasi :
- Paket Ibu :
Rp.1000.000 : Donasi Ibu ini meliputi ANC , Periksa Kehamilan , Sejak
daftar s.d Usia 9 Bulan Kehamilan , Senam Hamil , USG , Operasi Caesar ,
KB , dan Paket perawatan Pasca Persalinan .
- Paket Anak :
Rp.500.000 : Donasi Paket Anak Ini Meliputi persalinan , Photo Therapy ,
Imunisasi , dan Perawatan pasca persalinan .
- Paket Alat
Kesehatan : Rp.1000.000 : Donasi paket Alat Kesehatan Meliputi pengadaan ,
Alat-Alat kesehatan , Obat-Obatan dan Bahan Medis Habis pakai
lainnya
- Klinik Wakaf
Ibu dan Anak : Rp. 5.500.000 : Donasi wakaf ini meliputi Pembebasan Lahan
& Pembangunan Klinik ibu dan anak . # Donasi Wakaf Sudah Termasuk
Infaq 10% partisipasi biaya operasional & sosialisasi .
Atau untuk kalian yang masih penasaran bisa langsung saja datang
ke alamat Rumah Bersalin Cuma-Cuma yang akan kami cantumkan dibawah ini :
Jl . Holis No 488-A , Caringin , Bandung Kulon , Kota Bandung .
Jawa Barat 40212
( 022 6042152 )
Jl . Raya Soreang - Banjaran
( 022 6032281)
Call Center : 0851 0004 2009
SMS / Whatsapp : 081 321 200 100
Dan untuk kalian
juga yang berminat untuk berdonasi dalam program rumah bersalin cuma-cuma ini
dalam ikhtiar membantu meringankan beban sesama saudara muslim kita bisa
langsung saja disalurkan melalui nomor rekening yang akan kami cantumkan
dibawah ini :
BCA : 008.305.3442
BJB :
0001.487.035.100
BJB Syariah :
001.01010.02989
Bank Mandiri : 130.000.4040.450
Bank Mandiri Syariah :
700.098.2158
Bank Muamalat
Indonesia : 103.000.5424


Komentar
Posting Komentar