Berita Kasus Bayi Season 7 | RBC Sinergi Foundation

Bayi Meninggal Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit  

Reporter: 

Tempo.co

Editor: 

Amirullah

Senin, 18 Februari 2013 19:41 WIB
TEMPO.COJakarta - Dera Nur Anggraini, bayi yang baru berusia enam hari, meninggal lantaran sakit pada saluran pencernaannya. Ironisnya, Dera meninggal setelah ditolak oleh 10 rumah sakit yang diminta menangani operasinya.
"Sejak lahir pada Ahad, 10 Februari 2013, Dera divonis sakit di saluran pencernaan," kata ayah Dera, Eliyas Setia Nugroho, ketika ditemui di rumahnya, di daerah Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin, 18 Februari 2013. Dera dilahirkan dalam kondisi kembar. Saudara kembarnya, Dara Nur Anggraini, saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Tarakan.
Dera lahir di Rumah Sakit Zahira, Pasar Minggu. Dia dan kembarannya lahir dengan cara operasi caesar. Saat itu umur kandungan ibu bayi, Lisa Dera Wati, baru masuk tujuh bulan. Pasangan ini menikah pada 2012 lalu.
Dera yang lahir dengan berat 1 kilogram ini langsung dinyatakan sakit dan harus dioperasi. Sayangnya, Rumah Sakit Zahira tidak mampu karena keterbatasan alat. Akhirnya, rumah sakit membuat surat rujukan untuk rumah sakit lain.
Eliyas ditemani ayahnya pada Senin, 11 Februari 2013, langsung mencari rumah sakit. Pertama mereka ke Rumah Sakit Fatmawati, tapi ditolak. Mereka tidak menyerah dan membawa Dera ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Di sini kami ditolak karena alasan penuh," katanya.
Mereka kemudian lanjut ke Rumah Sakit Harapan Kita, dan ditolak dengan alasan yang sama: penuh. Lelaki yang sehari-hari berjualan kaus kaki di pasar malam ini kemudian ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Di sana mereka dimintai uang Rp 10 juta untuk uang muka.
Hari berikutnya, Eliyas pergi ke Rumah Sakit Triadipa, Rumah Sakit Asrih, dan Rumah Sakit Budi Asih. Ketiga rumah sakit ini pun menolak. Alasannya, ruangan penuh, bahkan ada yang minta uang muka juga. Kemudian mereka ke Rumah Sakit Jakarta Medical Centre, dan ditolak juga. Terakhir mereka ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, yang juga ditolak.
Akhirnya, pada Sabtu, 16 Februari 2013, pukul 18.30 WIB, Dera mengembuskan napas terakhir. Dia meninggal di Rumah Sakit Zahira. Eliyas berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. "Rakyat kecil seperti kami memang serba sulit jika terbentur dengan ekonomi," katanya.
Eliyas sendiri memang belum memiliki Kartu Jakarta Sehat. Hanya, saat dirawat di Zahira, keluarga ini sudah dibebaskan biaya. Mereka membawa KTP dan kartu keluarga serta surat keterangan tidak mampu.
Adapun juru bicara Rumah Sakit Fatmawati, Lia Partakusuma, menjelaskan bahwa keluarga Dera memang sempat datang. "Keluarga bertanya ada tidaknya alat bantu makan (NICU)," ujarnya ketika dihubungi.
Lia mengatakan, rumah sakit memang memiliki alat tersebut, tapi jumlahnya hanya satu unit. "Kami tawarkan untuk waiting list karena memang sedang dipakai oleh pasien di IGD," ujarnya.
Rumah sakit lain belum dikonfirmasi mengenai kasus ini.
SYAILENDRA

#Repost News By Tempo.com


Masih bersangkutan dengan berita diatas . saat ini masih sedikit yang mengetahui program yang sangat cocok dengan artikel diatas . yaa , program ini berasal dari suatu lembaga bernama SinergiFoundation . Dan Sinergi Foundation ini memiliki program yang bernama Rumah Bersalin Cuma-Cuma , yang dimana program ini akan sangat-sangat membantu baik itu dari sebelum melahirkan , saat melahirkan , dan perawatan setelah melahirkan untuk orang yang membutuhkan bantuan dalam proses persalinan . Karena disini pasien tidak akan diberatkan dengan biaya persalinan ataupun perawatan tsb . selain itu , disini kami akan memberikan pelayanan terbaik kami dimana kami tidak membeda-bedakan pasien satu dengan yang lainnya . Dan akan kami berikan pelayanan terbaik kami . 
Jadi , untuk kalian yang mungkin melihat / memiliki tetangga ataupun saudara yang sedang kesulitan dalam pembayaran persalinan . kalian bisa langsung bantu saja mereka untuk Memberi tahu tentang program kami ini dan insyaallah dengan ketentuan yang sudah kami tentukan disini . kami pasti akan langsung membantu sodara / tetangga kalian yang membutuhkan .
Dalam program Rumah Bersalin cuma-cuma ini kalian juga bisa ikutan berdonasi yang dalam tujuan ikhtiar membantu dalam meringankan beban saudara kita sesama muslim . Dan dalam program donasi disini kami memiliki beberapa paket donasi :
  • Paket Ibu : Rp.1000.000 : Donasi Ibu ini meliputi ANC , Periksa Kehamilan , Sejak daftar s.d Usia 9 Bulan Kehamilan , Senam Hamil , USG , Operasi Caesar , KB , dan Paket perawatan Pasca Persalinan . 
  • Paket Anak : Rp.500.000 : Donasi Paket Anak Ini Meliputi persalinan , Photo Therapy , Imunisasi , dan Perawatan pasca persalinan . 
  • Paket Alat Kesehatan : Rp.1000.000 : Donasi paket Alat Kesehatan Meliputi pengadaan , Alat-Alat kesehatan , Obat-Obatan dan Bahan Medis Habis pakai lainnya 
  • Klinik Wakaf Ibu dan Anak : Rp. 5.500.000 : Donasi wakaf ini meliputi Pembebasan Lahan & Pembangunan Klinik ibu dan anak . # Donasi Wakaf Sudah Termasuk Infaq 10% partisipasi biaya operasional & sosialisasi . 
Untuk informasi selanjutnya bisa langsung saja klik disini 
Atau untuk kalian yang masih penasaran bisa langsung saja datang ke alamat Rumah Bersalin Cuma-Cuma yang akan kami cantumkan dibawah ini :
Jl . Holis No 488-A , Caringin , Bandung Kulon , Kota Bandung . Jawa Barat 40212 
( 022 6042152 )
Jl . Raya Soreang - Banjaran 
( 022 6032281)
Call Center : 0851 0004 2009
SMS / Whatsapp : 081 321 200 100
Dan untuk kalian juga yang berminat untuk berdonasi dalam program rumah bersalin cuma-cuma ini dalam ikhtiar membantu meringankan beban sesama saudara muslim kita bisa langsung saja disalurkan melalui nomor rekening yang akan kami cantumkan dibawah ini :
BCA : 008.305.3442
BJB : 0001.487.035.100
BJB Syariah : 001.01010.02989
Bank Mandiri :  130.000.4040.450
Bank Mandiri Syariah : 700.098.2158
Bank Muamalat Indonesia : 103.000.5424


Komentar

Postingan Populer