News Rohingya Season 1 | Sinergi Foundation
rohingya, problem rohingya,
news rohingya, 2017 bantuan, rohingya, di, aceh rohingya bantuan, untuk, rohingya, aceh rohingya, di, aceh, 2017 rohingya, fakta bantuan,
untuk, rohingya, di, aceh rohingya,
saat, ini
Kapan gelombang kekerasan terbaru ini dimulai?
Pada hari Jumat lalu, gerilyawan Rohingya yang bersenjatakan pisau dan bom buatan menyerang lebih dari 30 pos polisi di Rakhine utara, kata pemerintah.
Bentrokan-bentrokan lain dilaporkan terjadi pada akhir pekan, membuat ribuan warga sipil dari kedua komunitas tersebut terusir. Dilaporkan bahwa sejumlah warga sipil juga meninggal dunia.
REUTERS
Human Rights Watch mengatakan, data satelit menunjukkan kebakaran di setidaknya 10 wilayah. Pemerintah mengatakan bahwa militan membakar 'desa-desa kaum minoritas,' sementara para gerilyawan mengaitkan kebakaran tersebut dengan pasukan keamanan dan umat Buddha setempat.
Akses wartawan ke negara bagian Rakhine sangat dibatasi, sehingga sulit untuk mengkonfirmasi berbagai klaim itu, namun seorang pejabat Penjaga Perbatasan Bangladesh mengatakan kepada kantor berita AFP Selasa lalu bahwa, "Tadi malam kami mendengar tembakan senjata berat dengan senjata otomatis secara brkala dan melihat asap membumbung dari desa-desa yang terbakar di seberang perbatasan."
Sumber : BBC NEWS
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Apakah kalian tau ? kalai sampai kini masih terus berulang,
kejahatan kemanusiaan terhadape etnis muslim Rohingya. Dilansir dari Republika,
lebih dari 2.600 rumah dibakar di wilayah yang dihuni oleh mayoritas Muslim
Rohingya di Barat laut Myanmar pada pekan lalu.
.
Menurut badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),
UNHCR, sekitar 58.600 warga Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan yang
terjadi di Myanmar ke Bangladesh.
.
Kami mengajak seluruh insan peduli masyarakat Indonesia untuk
berdoa, bersimpati membantu meringankan beban saudara kita di Myanmar melalui :
.
Mandiri Syariah 700 546 3108
Atas nama Yayasan Semai Sinergi Umat/ Sinergi Foundation
.
Untuk Informasi lebih detail bisa langsung saja klik disini
.
Majelis
Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar.
Bagaimanapun, hal itu tidak sesuai konstitusi. Wakil Ketua Umum MUI Zainut
Tauhid menyatakan, MUI mengukut aksi pembantaian etnis Rohingya.
Cara itu
tidak beradab dan bertentangan dengan konstitusi Indonesia yang menjunjung
kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan harus dihapuskan dari dunia. Ini
adalah penjajahan dan penindasan satu kelompok terhadap yang lain.
"MUI
mengutuk upaya yang mengarah pada penghapusan etnis ini. MUI dorong DK PBB dan
organisasi Islam dunia untuk caru solusi yang bermartabat,'' ungkap Zainut di
Kantor MUI, Selasa (22/11).
Bangsa Indonesia bisa mengambil hikmah dari sana. Indonesia punya
tingkat toleransi tinggi terhadap aneka suku dan agama atau sesama bangsa.
''Kita sadari Indonesia mayor Muslim tapi jarang terjadi konflik seperti di
Rohingya. Karena umat Islam di Indonesia sadar, perbedaan adalah sunatullah.
Islam juga mengajarkan penghormatan dan toleransi kepada agama lain,'' kata
Zainut.
Tentara Myanmar diduga melakukan pembunuhan, perkosaan dan
penyiksaan kepada penduduk Rakhine. Kelompok-kelompok HAM pun meminta
inversigasi secara independen dilakukan di daerah yang merupakan rumah bagi
Muslim Rohingya tersebut.
Cerita pelecehan seksual dan pembakaran desa, sudah menjadi
pembicaraan hangat di media sosial, tapi sulit melakukan verifikasi dengan
pembatasan akses tentara.
sumber :
republika.co.id


Komentar
Posting Komentar