News Rohingya Season 2 | Sinergi Foundation

 rohingya, news rohingya, 2017   bantuan, rohingya, di, aceh rohingya bantuan, untuk, rohingya, aceh rohingya, di, aceh, 2017 rohingya, fakta  bantuan, untuk, rohingya, di, aceh rohingya, saat, ini lembaga, penyalur, bantuan, untuk, rohingya

Bagaimana situasi di perbatasan?

Ethnic Rakhine people who fled from Maungdaw after Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) had attacked, cook their meal at Buthidaung, Myanmar on 28 August 2017Hak atas fotoREUTERS
Image captionKaum Budhis warga Rakhine juga meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri ke wilayah yang lebih aman.
Jumlah warga Rohingya yang menyelamatkan diri ke Bangladesh terus meningkat sejak serangan hari Jumat 25 Agustus.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, mengatakan bahwa pada hari Minggu lalu sekitar 5.200 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Dikatakan 'beberapa ribu orang' berada di kawasan di sepanjang perbatasan Myanmar sementara yang sudah berada di dalam wilayah Bangladesh jumlahnya lebih banyak lagi.
Sebagian besar yang berada di perbatasan adalah perempuan dan anak-anak, dan dilaporkan bahwa ada orang-orang yang terluka di antara mereka.
Sejumlah laporan juga menyebutkan adanya orang-orang yang dihambat untuk menyeberangi perbatasan. Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Bangladesh untuk tetap membiarkan kaum Rohingya dalam upaya mereka menyelamatkan diri.
Hingga hari Rabu, sekitar 18.500 orang Rohingya - kebanyakan perempuan dan anak-anak - telah menyeberang masuk Bangladesh sejak serangan tersebut, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi, IOM.
Sejak kekerasan meledak di Myanmar beberpa waktu lalu, Bangladesh sudah menjadi tempat penampungan ratusan ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri.
Di Myanmar sendiri muncul laporan tentang umat Buddha Rakhine yang bergerak ke wilayah selatan untuk menghindari kekerasan di negara bagian itu.
Sumber : BBC NEWS

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Apakah kalian tau ?  kalai sampai kini masih terus berulang, kejahatan kemanusiaan terhadape etnis muslim Rohingya. Dilansir dari Republika, lebih dari 2.600 rumah dibakar di wilayah yang dihuni oleh mayoritas Muslim Rohingya di Barat laut Myanmar pada pekan lalu.
.
Menurut badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), UNHCR, sekitar 58.600 warga Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan yang terjadi di Myanmar ke Bangladesh.
.
Kami mengajak seluruh insan peduli masyarakat Indonesia untuk berdoa, bersimpati membantu meringankan beban saudara kita di Myanmar melalui :
.
Mandiri Syariah 700 546 3108
Atas nama Yayasan Semai Sinergi Umat/ Sinergi Foundation
.

Untuk Informasi lebih detail bisa langsung saja klik disini  
.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar. Bagaimanapun, hal itu tidak sesuai konstitusi. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid menyatakan, MUI mengukut aksi pembantaian etnis Rohingya.
Cara itu tidak beradab dan bertentangan dengan konstitusi Indonesia yang menjunjung kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan harus dihapuskan dari dunia. Ini adalah penjajahan dan penindasan satu kelompok terhadap yang lain. 
"MUI mengutuk upaya yang mengarah pada penghapusan etnis ini. MUI dorong DK PBB dan organisasi Islam dunia untuk caru solusi yang bermartabat,'' ungkap Zainut di Kantor MUI, Selasa (22/11).
Bangsa Indonesia bisa mengambil hikmah dari sana. Indonesia punya tingkat toleransi tinggi terhadap aneka suku dan agama atau sesama bangsa. ''Kita sadari Indonesia mayor Muslim tapi jarang terjadi konflik seperti di Rohingya. Karena umat Islam di Indonesia sadar, perbedaan adalah sunatullah. Islam juga mengajarkan penghormatan dan toleransi kepada agama lain,'' kata Zainut.
Tentara Myanmar diduga melakukan pembunuhan, perkosaan dan penyiksaan kepada penduduk Rakhine. Kelompok-kelompok HAM pun meminta inversigasi secara independen dilakukan di daerah yang merupakan rumah bagi Muslim Rohingya tersebut.
Cerita pelecehan seksual dan pembakaran desa, sudah menjadi pembicaraan hangat di media sosial, tapi sulit melakukan verifikasi dengan pembatasan akses tentara.
sumber : republika.co.id

Komentar

Postingan Populer