News Rohingya Season 3 | Sinergi Foundation
rohingya, 2017 bantuan,
rohingya, di, aceh rohingya bantuan, untuk, rohingya, aceh rohingya, di, aceh, 2017 rohingya, fakta bantuan,
untuk, rohingya, di, aceh rohingya,
saat, ini lembaga, penyalur,
bantuan, untuk, rohingya ,rohingya terkini
Siapakah para gerilyawan itu?
Sebuah kelompok yang disebut Tentara Penyelamatan Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army, Arsa) mengatakan bahwa merekalah yang melancarkan serangan hari Jumat itu. Kelompok ini muncul pertama kali pada Oktober 2016, ketika melakukan serangan serupa pada pos polisi, menewaskan sembilan petugas.
Dikatakan bahwa tujuan utama adalah melindungi minoritas Muslim Rohingya dari penindasan di Myanmar.

Pemerintah mengatakan Arsa adalah kelompok teroris yang para tokohnya mendapat pelatihan di luar negeri. Pemimpinnya, menurut International Crisis Group, adalah Ata Ullah, seorang Rohingya yang lahir di Pakistan dan dibesarkan di Arab Saudi.
Namun seorang juru bicara kelompok tersebut mengatakan kepada Asia Times bahwa mereka tidak memiliki kaitan dengan kelompok jihad mana pun dan bahwa anggota-anggota mereka adalah kaum muda Rohingya yang marah oleh berbagai peristiwa sejak kekerasan komunal pada tahun 2012.
Sumber : BBC NEWS
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Apakah kalian tau ? kalai sampai kini masih terus berulang,
kejahatan kemanusiaan terhadape etnis muslim Rohingya. Dilansir dari Republika,
lebih dari 2.600 rumah dibakar di wilayah yang dihuni oleh mayoritas Muslim
Rohingya di Barat laut Myanmar pada pekan lalu.
.
Menurut badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),
UNHCR, sekitar 58.600 warga Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan yang
terjadi di Myanmar ke Bangladesh.
.
Kami mengajak seluruh insan peduli masyarakat Indonesia untuk
berdoa, bersimpati membantu meringankan beban saudara kita di Myanmar melalui :
.
Mandiri Syariah 700 546 3108
Atas nama Yayasan Semai Sinergi Umat/ Sinergi Foundation
.
Untuk Informasi lebih detail bisa langsung saja klik disini
.
Majelis
Ulama Indonesia (MUI) mengutuk pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar.
Bagaimanapun, hal itu tidak sesuai konstitusi. Wakil Ketua Umum MUI Zainut
Tauhid menyatakan, MUI mengukut aksi pembantaian etnis Rohingya.
Cara itu
tidak beradab dan bertentangan dengan konstitusi Indonesia yang menjunjung
kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan harus dihapuskan dari dunia. Ini
adalah penjajahan dan penindasan satu kelompok terhadap yang lain.
"MUI
mengutuk upaya yang mengarah pada penghapusan etnis ini. MUI dorong DK PBB dan
organisasi Islam dunia untuk caru solusi yang bermartabat,'' ungkap Zainut di
Kantor MUI, Selasa (22/11).
Bangsa Indonesia bisa mengambil hikmah dari sana. Indonesia punya
tingkat toleransi tinggi terhadap aneka suku dan agama atau sesama bangsa.
''Kita sadari Indonesia mayor Muslim tapi jarang terjadi konflik seperti di
Rohingya. Karena umat Islam di Indonesia sadar, perbedaan adalah sunatullah.
Islam juga mengajarkan penghormatan dan toleransi kepada agama lain,'' kata
Zainut.
Tentara Myanmar diduga melakukan pembunuhan, perkosaan dan
penyiksaan kepada penduduk Rakhine. Kelompok-kelompok HAM pun meminta
inversigasi secara independen dilakukan di daerah yang merupakan rumah bagi
Muslim Rohingya tersebut.
Cerita pelecehan seksual dan pembakaran desa, sudah menjadi
pembicaraan hangat di media sosial, tapi sulit melakukan verifikasi dengan
pembatasan akses tentara.
sumber :
republika.co.id


Komentar
Posting Komentar